JAKARTA// tvkabarnasional.com -Berita Terkini :
_Kenaikan harga BBM Pertalite menimbulkan pro-kontra karena dilema antara beban APBN dan daya beli masyarakat. Selasa(31/03/2026).
_Pihak pro menilai kenaikan mengurangi subsidi salah sasaran dan menyelamatkan anggaran negara, sementara pihak kontra menyoroti lonjakan beban ekonomi masyarakat kecil, inflasi, dan penurunan pendapatan ojol.
Pro (Alasan Kenaikan/Penyesuaian):
- Beban APBN: Kenaikan harga minyak dunia membuat subsidi membengkak (mencapai Rp 502,4 triliun pada 2022), sehingga penyesuaian diperlukan untuk menyehatkan fiskal.
- Subsidi Salah Sasaran: Data menunjukkan mayoritas subsidi BBM dinikmati oleh masyarakat mampu, bukan golongan tidak mampu.
Pengalihan Anggaran: Anggaran subsidi yang dikurangi dapat dialihkan ke sektor yang lebih produktif atau bantuan langsung tunai (BLT) yang lebih tepat sasaran.

Kontra (Alasan Menolak/Keberatan):
- Daya Beli Menurun: Kenaikan harga Pertalite secara langsung meningkatkan biaya transportasi dan logistik, yang memicu inflasi harga barang pokok.
- Beban Kelompok Rentan: Driver ojek online (ojol) dan pengguna kendaraan roda dua merasa sangat keberatan karena pendapatan bersih menurun akibat biaya bensin naik.
- Isu Kualitas: Muncul keluhan dari masyarakat bahwa Pertalite lebih boros atau lebih cepat menguap, sehingga kenaikan harga terasa semakin berat.
Kondisi Terkini:
Pemerintah saat ini masih terus menghitung secara hati-hati mengenai opsi skema subsidi energi, termasuk kemungkinan pembatasan atau penyesuaian harga, guna meminimalisir dampak sosial-politik. Pemerintah juga menegaskan untuk tidak gegabah menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas.
Pemerintah saat ini masih terus menghitung secara hati-hati mengenai opsi skema subsidi energi, termasuk kemungkinan pembatasan atau penyesuaian harga, guna meminimalisir dampak sosial-politik. Pemerintah juga menegaskan untuk tidak gegabah menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas.
Penulis : Idar
Editor ; S Wahyudi






