Jakarta // tvkabarnasional.com – Berita Terkini :
_ Ada momen-momen tertentu dalam hidup masyarakat Indonesia yang terasa kolektif. Salah satunya adalah Piala Dunia. Turnamen empat tahunan ini bukan sekadar soal sepak bola,
_ Tapi soal kebersamaan, begadang bersama, teriakan di ruang tamu, hingga obrolan tak habis-habis di warung kopi, bahkan kafe, kantor, ataupun mall. Kini, menjelang 2026, ada satu kabar yang membuat rasa kolektif itu kembali menguat TVRI resmi memegang hak siar Piala Dunia 2026.
” Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya berita media. Namun bagi publik luas, khususnya mereka yang selama ini terbatas oleh akses televisi berbayar, keputusan ini adalah angin segar. Piala Dunia kembali “pulang” ke rumah rakyat.” Jum’at (02/01/2025).
1. Piala Dunia yang Tidak Berjarak
” TVRI : sebagai lembaga penyiaran publik memiliki karakter yang berbeda. Ia tidak berdiri di atas logika eksklusivitas, melainkan aksesibilitas. Ketika Piala Dunia 2026 disiarkan secara free to air (FTA), artinya sepak bola tidak lagi menjadi tontonan yang berjarak oleh biaya dan langganan.
_ Dari kota besar hingga pelosok desa, dari televisi layar datar hingga TV tabung dengan antena sederhana, semua memiliki kesempatan yang sama. Ini bukan sekadar siaran, melainkan demokratisasi tontonan olahraga dunia.
2 . Lebih dari sekedar hak siar

” Memegang hak siar Piala Dunia bukan perkara kecil. Ada tantangan teknis, kualitas produksi, hingga kesiapan sumber daya manusia. Namun disinilah menariknya, TVRI diuji bukan hanya sebagai penayang pertandingan, tapi sebagai narator peristiwa global bagi masyarakat Indonesia.
_ Bagaimana studio dibangun, bagaimana para pengamat bicara, bagaimana presenter merangkai narasi, semua menjadi wajah baru TVRI di mata generasi muda khususnya Gen Z. Ini peluang besar untuk membuktikan bahwa televisi publik bisa relevan, modern, dan tetap membumi.
3. Nostalgia dan Harapan
” Bagi generasi yang tumbuh dengan TVRI, kabar ini juga membawa nostalgia. Dulu, TVRI adalah jendela dunia: Olimpiade, Piala Dunia, hingga acara kebudayaan. Kini, jendela itu kembali terbuka lebar. Sebelumnya, TVRI terakhir kali menayangkan Piala Dunia, tepatnya tahun 1994.
(SUMBER : TVRI)
Penulis : Red
Editor : S.Wahyudi






