“Insya Allah kegiatan belajar mengajar akan dimulai akhir Juni ini, jumlah siswa sesuai kuota yang telah ditetapkan,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat ini akan diisi calon peserta didik baru serta menampung siswa asal daerah itu yang sebelumnya dititipkan di SR Rintisan Kota Bekasi.
SR Kabupaten Bekasi pada tahun pertama beroperasi akan membuka sembilan ruang kelas atau rombongan belajar (rombel) terdiri atas tiga rombel pada setiap jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. Setiap ruang kelas diisi 30 peserta didik.
“Setiap kelas 30 siswa, total kuota 270 siswa, masing-masing 90 siswa setiap jenjang. Selain itu, ada 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang telah mengikuti pendidikan di Kota Bekasi juga akan dialihkan ke sini,” katanya.

Alamsyah menyebut sasaran utama peserta didik program Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kategori kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data Kementerian Sosial yang telah diverifikasi Badan Pusat Statistik bersama pendamping program keluarga harapan.
“Calon siswa dari data Kemensos yang kami ground check di lapangan, tingkat SD masih kurang 65 orang calon siswa,” ujarnya.






