Kab.Bekasi // tvkabarnasional.com – Berita Terkini :
_ Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, pemerintah kabupaten Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan perumahan di wilayahnya. Hal ini sebagai bentuk respons atas bencana banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir.
_ Jangan sampai ada jebol-jebol lagi. Kali Bekasi sudah dipancang, tapi Ckarang Bekasi Laut (CBL) belum. Ini harus jadi perhatian serius,” kata Asep saat meninjau lokasi banjir, Jumat (23/1/2026).
_ Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memutuskan untuk menghentikan sementara perizinan pembangunan perumahan baru, khususnya yang tidak sesuai dengan tata ruang wilayah dan berpotensi memperparah risiko banjir.
_ Banyaknya perumahan yang terendam banjir ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memastikan pembangunan ke depan lebih berorientasi pada keselamatan lingkungan dan perlindungan masyarakat.

” Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir, membuat banyak komplek perumahan terendam banjir.
” Salah satu kawasan terdampak adalah Perumahan Green Lavender Sukamekar, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Banjir yang terjadi merupakan banjir susulan kedua sejak 19 Januari lalu dan menimbulkan kekecewaan mendalam warga terhadap pihak pengembang.
” Menurut salah satu warga, Zeki Juliadi (42), kondisi banjir kali ini tergolong parah. Ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter, memaksa warga melakukan evakuasi secara darurat dengan peralatan seadanya.
_ Ini kondisinya sangat parah. Evakuasi seadanya, bahkan pakai ember. Banjir ini sudah terjadi sejak tanggal 19, sempat surut, lalu datang lagi banjir susulan kedua,” ujar Zeki saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (23/1/2026) petang.
_ Kalau hujan lokal enggak separah ini. Tapi karena kalinya jebol, dampaknya jadi besar. CBL dan Kali Bekasi ini dua kali jebol,” jelasnya.
” Ia juga menyoroti sikap pengembang perumahan yang dinilai abai terhadap keluhan warga. Bahkan, menurut Zeki, warga sempat mendapat intimidasi agar tidak menyebarkan kondisi banjir ke media sosial.
_ Pihak developer bilang sabar saja, kalau enggak suka silakan pindah. Janjinya mau bikin drainase, tapi sampai sekarang enggak ada. Bahkan ada video warga yang diminta diturunkan,” ungkapnya
” Akibat banjir tersebut, sedikitnya 300 kepala keluarga atau lebih dari 1.200 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan tidak bisa ditempati. Warga pun mendesak adanya solusi jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur sungai dengan pemancangan tebing, agar banjir tidak terus berulang.
Penulis : Red
Editor : S.Wahyudi






